
Banyak pemimpin organisasi melihat keterlibatan karyawan sama dengan retensi karyawan. Mereka cenderung mengaitkan nilai karyawan dengan keuntungan bisnis, yang mencerminkan pendekatan transaksional yang tidak hanya pada sifat keterlibatan tetapi juga kepemimpinan secara umum.
Namun, terdapat semakin banyak bukti bahwa ketika para pemimpin memprioritaskan kendali dan hasil akhir dibandingkan karyawan itu sendiri, lebih kecil kemungkinan para pemimpin tersebut mencapai hasil bisnis yang diinginkan1. Sebaliknya, mereka yang menunjukkan kepemimpinan yang lebih rendah hati terbukti lebih efektif dalam mempertahankan karyawan dan memaksimalkan tim mereka, sehingga menghasilkan kesuksesan bisnis yang lebih besar. Karyawan di perusahaan dengan tingkat kepercayaan tinggi, dimana para pemimpin memercayai mereka dan memberi kontrol lebih besar atas pekerjaan mereka, melaporkan: stres berkurang 74%, produktivitas 50% lebih tinggi, keterlibatan 76% lebih tinggi, kelelahan 40% lebih sedikit, dan energi 106% lebih banyak di tempat kerja
