Pemimpin Perusahaan Wajib Punya Strategi Jangka Panjang dalam Adopsi AI, Bukan Sekadar Ikut Tren

February 2, 2026 8:04 am | Oleh Dale Carnegie Editor
Dale Carnegie > Referensi > Berita > Media Coverage > Pemimpin Perusahaan Wajib Punya Strategi Jangka Panjang dalam Adopsi AI, Bukan Sekadar Ikut Tren

GadgetDIVA – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), para pemimpin perusahaan diingatkan untuk tidak sekadar ikut arus tren teknologi. Sebaliknya, adopsi AI perlu dibarengi dengan strategi jangka panjang yang matang agar benar-benar mampu mentransformasi bisnis secara berkelanjutan.

Hal ini disampaikan President & CEO Dale Carnegie Global, Joe Hart, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin. Menurutnya, antusiasme terhadap AI memang semakin tinggi, namun tanpa arah yang jelas, pemanfaatannya justru berisiko menimbulkan kebingungan di dalam organisasi.

“Memang hype AI sangat besar. Banyak pemimpin merasa kalau tidak ikut sekarang akan tertinggal. Namun yang lebih penting adalah memikirkan perubahan apa yang ingin dicapai lewat AI ini,” ujar Joe Hart.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa AI seharusnya bukan hanya digunakan untuk mempercepat proses kerja yang sudah ada. Sebaliknya, teknologi ini perlu diarahkan sebagai alat transformasi yang mampu membawa perusahaan ke level baru.

Namun demikian, banyak organisasi justru tergoda mengadopsi berbagai tools AI secara bersamaan. Akibatnya, komunikasi internal menjadi tidak terarah, pemanfaatan teknologi tidak maksimal, dan kepercayaan karyawan pun berpotensi menurun.

“Ketika AI diadopsi tanpa keterbukaan tujuan, karyawan bisa merasa khawatir. Mereka mulai bertanya-tanya, apakah teknologi ini akan menggantikan peran mereka atau justru merugikan masa depan mereka,” jelas Joe Hart.

Menurutnya, rasa takut ini muncul karena karyawan tidak dilibatkan sejak awal dalam proses transformasi. Padahal, keberhasilan adopsi AI sangat bergantung pada dukungan sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan.

Berdasarkan berbagai temuan yang ia sampaikan, sebagian besar perusahaan saat ini masih memanfaatkan AI sebatas untuk meningkatkan efisiensi. Proses kerja menjadi lebih cepat, data dianalisis lebih akurat, dan layanan pelanggan lebih responsif. Namun, transformasi bisnis secara menyeluruh belum benar-benar terjadi.

“Jika AI diarahkan ke perubahan yang lebih besar, seperti transformasi model bisnis, wajar jika muncul kekhawatiran. Karena itu, pemimpin perlu menjelaskan visi jangka panjangnya secara terbuka,” tambahnya.

Di sinilah peran kepemimpinan menjadi krusial. Joe Hart menilai bahwa pemimpin tidak hanya harus memahami teknologi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, mengelola perubahan, dan mengarahkan organisasi menuju masa depan.

“Pemimpin harus naik kelas terlebih dahulu. Mereka perlu mengembangkan kapasitas diri sebelum memimpin transformasi berbasis AI. Kalau tidak, adopsi AI justru bisa berantakan,” katanya.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Dale Carnegie Indonesia memperkenalkan kerangka kepemimpinan Take Command yang dirancang relevan dengan era AI. Kerangka ini menekankan bahwa kepemimpinan modern bukan sekadar soal teknologi, melainkan tentang mengendalikan arah dan budaya organisasi.

Take Command dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama adalah mindset, yang membantu pemimpin bertindak dengan lebih tenang, jelas, dan percaya diri di tengah perubahan cepat. Dalam era AI, keputusan harus diambil berdasarkan visi jangka panjang, bukan reaksi sesaat terhadap tren pasar.

Pilar kedua adalah relationships, yakni membangun hubungan yang kuat dan penuh kepercayaan di dalam organisasi. Ini mencakup kemampuan menjembatani perbedaan generasi, memperkuat kolaborasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang terbuka terhadap inovasi.

Sementara itu, pilar ketiga adalah future, yang berfokus pada perencanaan strategis jangka panjang. Pemimpin didorong untuk menyatukan potensi manusia dan teknologi secara sengaja agar perusahaan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Menurut Joe Hart, kepemimpinan di era AI bukan tentang siapa yang paling menguasai teknologi terbaru. Sebaliknya, ini tentang siapa yang mampu mengarahkan organisasi menuju perubahan yang bermakna.

“AI hanyalah alat. Yang menentukan keberhasilan adalah bagaimana pemimpin menggunakannya untuk membangun budaya, kepercayaan, dan strategi masa depan,” tegasnya.

Dengan demikian, perusahaan yang ingin sukses dalam adopsi AI perlu meninggalkan pendekatan instan. Strategi jangka panjang, komunikasi terbuka, serta kepemimpinan yang adaptif menjadi kunci utama agar teknologi ini benar-benar membawa dampak positif.

Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, pesan Joe Hart menjadi pengingat penting: AI bukan sekadar soal inovasi, tetapi tentang kepemimpinan yang visioner dan berkelanjutan.

Jakarta & Head Office

Jl. Paus No. 84 A
Jakarta Timur 13220
Phone: 021-489 2737
Fax: 021-489 6926


Send this to a friend
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
Hadir di Leadership series kota:
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL PERUSAHAAN
JABATAN
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL PERUSAHAAN
JABATAN
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Read previous post:
Transformasi AI Terhambat Kesenjangan Persepsi Antara Pimpinan dan Staf

JAKARTA – Di tengah akselerasi adopsi kecerdasan buatan (AI), banyak organisasi menghadapi tantangan yang lebih mendasar daripada teknologi itu sendiri yaitu...

Close