Mendorong Kepemimpinan Humanis di Era AI

February 4, 2026 8:16 am | Oleh Dale Carnegie Editor
Dale Carnegie > Referensi > Berita > Media Coverage > Mendorong Kepemimpinan Humanis di Era AI

JAKARTA, investor.id — Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), banyak organisasi justru menghadapi tantangan yang lebih mendasar daripada teknologi itu sendiri, yakni kesenjangan persepsi antara pimpinan dan karyawan.

Survei Dale Carnegie menunjukkan, 54,2% pimpinan puncak menilai integrasi AI di perusahaannya sudah efektif atau bahkan transformatif. Namun di tingkat staf—kelompok yang paling terdampak langsung oleh AI—hanya 11,2% yang merasakan hal serupa. Temuan ini mengindikasikan bahwa adopsi AI belum dikomunikasikan dan dikelola secara merata di seluruh lapisan organisasi.

Memasuki usia 50 tahun di Indonesia, Dale Carnegie menegaskan melalui forum Take Command: Leading People Transformation in the Age of AI bahwa keberhasilan transformasi AI tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh kualitas kepemimpinan manusia yang mengelola perubahan tersebut.

Tantangan Global, Dampak Lokal

Laporan State of Organizational Health 2025 dari Dale Carnegie mengungkap bahwa percepatan teknologi global belum diimbangi kesiapan kepemimpinan. Secara global, hanya 42% responden yang bekerja dalam budaya komunikasi yang kuat, sementara 46% lainnya masih berada pada tahap berkembang.

Lebih jauh, hanya 17% responden yang merasakan budaya empati yang mendalam (deeply empathetic), dan 15%yang merasa memiliki psychological safety yang benar-benar memberdayakan. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa transformasi AI sangat bergantung pada kemampuan pemimpin membangun kejelasan, kepercayaan, dan keterlibatan manusia di tengah perubahan teknologi.

Presiden dan CEO Dale Carnegie Global, Joe Hart menegaskan bahwa peran kepemimpinan justru makin krusial di era AI.

“AI dapat meningkatkan efisiensi, tetapi manusialah yang menentukan bagaimana keputusan diambil, kepercayaan dibangun, dan organisasi bergerak maju. Ketika pemimpin mampu memimpin manusia dengan sadar, teknologi akan benar-benar memberi dampak,” ujarnya.

Di kawasan Asia Pasifik, tantangan ini terasa lebih tajam. Hanya 18% responden yang melaporkan budaya komunikasi sangat efektif, sementara 49% menilai empati di tempat kerja masih berada pada tahap awal. Bahkan, hanya 10% responden yang benar-benar merasakan psychological safety yang memberdayakan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada keterlibatan karyawan. Di Asia Pasifik, hanya 20 persen responden yang tergolong deeply engaged dalam pekerjaannya. Tanpa kepemimpinan yang kuat dan humanis, percepatan AI berisiko memicu kelelahan organisasi, menurunkan engagement, serta melemahkan kepercayaan jangka panjang.

President Director Dale Carnegie Indonesia, Paul J. Siregar, menilai temuan ini sangat relevan dengan konteks Indonesia.

“Adopsi teknologi dan AI di Indonesia berlangsung sangat cepat. Namun tantangan terbesar justru terletak pada komunikasi, empati, dan rasa aman psikologis di dalam tim. Transformasi hanya akan berdampak ketika pemimpin mampu memimpin manusia secara sadar dan konsisten,” jelasnya.

Menyatukan Manusia dan Teknologi

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dale Carnegie memperkenalkan kerangka kepemimpinan Take Command, yang dibangun di atas tiga pilar utama:

  • Mindset — Membekali pemimpin dengan kejelasan, ketenangan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi perubahan berbasis AI.
  • Relationships — Membangun kepercayaan, menjembatani kesenjangan lintas generasi, dan memperkuat kolaborasi di lingkungan kerja yang semakin kompleks.
  • Future — Merancang strategi jangka panjang yang secara sadar menyatukan kekuatan manusia dan teknologi demi pertumbuhan berkelanjutan.

Kerangka ini menegaskan bahwa kepemimpinan di era AI bukan soal menguasai teknologi, melainkan tentang mengendalikan arah, budaya, dan perilaku organisasi.

Selama lima dekade di Indonesia, Dale Carnegie telah memberdayakan lebih dari 300.000 pemimpin lintas industri. Pengalaman ini menegaskan bahwa perubahan perilaku manusia tetap menjadi fondasi kepemimpinan yang relevan, bahkan di tengah percepatan AI.

Take Command kami hadirkan sebagai momentum 50 tahun Dale Carnegie Indonesia untuk menegaskan kembali esensi kepemimpinan: keberanian memimpin manusia di tengah perubahan teknologi,” ujar Paul.

Melalui forum ini, Dale Carnegie Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis organisasi dalam membangun kepemimpinan yang humanis, adaptif, dan siap menghadapi masa depan di era AI.


Sumber: https://investor.id/business/427300/mendorong-kepemimpinan-humanis-di-era-ai

Jakarta & Head Office

Jl. Paus No. 84 A
Jakarta Timur 13220
Phone: 021-489 2737
Fax: 021-489 6926


Send this to a friend
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
Hadir di Leadership series kota:
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL PERUSAHAAN
JABATAN
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL PERUSAHAAN
JABATAN
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Read previous post:
Transformasi AI bisa terhambat gara-gara kesenjangan ini masih muncul

Transformasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) makin masif. Laporan terbaru Dale Carnegie terbaru bertajuk State of Organizational Health 2025 menunjukkan, transformasi integrasi AI...

Close