Mencoba Tetap Positif

March 26, 2020 10:07 am | Oleh Dale Carnegie Editor
Dale Carnegie > Referensi > Artikel > Artikel > Mencoba Tetap Positif

Saya punya banyak rencana untuk bulan Februari dan Maret. Saya ada komitmen mengajar untuk beberapa klien dan juga janji dengan orang tua untuk pulang ke kampung halaman dan menikmati liburan bersama mereka selama beberapa hari. Tapi, semua itu harus batal karena pandemi yang tengah berlangsung. Bukan saya saja, banyak orang di sekitar saya juga harus membatalkan rencana-rencana mereka. Setiap kali saya membaca di lini masa media social saya, banyak sekali yang menuliskan hal-hal berikut:

“Saya seharusnya sedang bepergian ke luar negeri saat ini.”

“Saya seharusnya nonton konser idaman saya.”

“Saya seharusnya mengikuti acara keluarga yang sudah direncanakan dari tahun lalu.”

“Saya seharusnya mengadakan pesta intim dengan keluarga dan teman-teman dekat saya.”

“Saya nggak bisa menggunakan tiket pesawat ke Islandia yang telanjur saya beli.”

Di manakah mereka sekarang? Kebanyakan dari mereka termasuk saya, saat ini sedang di rumah, mencoba untuk tetap sehat dan aman.

Kita, sebagian besar orang, harus mau mengikuti aturan pemerintah untuk melakukan social distancing, bekerja dari rumah (Work From Home), tetap tinggal di rumah dan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Bahkan, untuk sebagian dari kita yang masih tetap harus bekerja, ada beberapa perubahan yang harus terjadi. Sebagai contoh, beberapa teman saya mengatakan saat ini mereka dibagi menjadi 2 grup besar dan secara bergantian bekerja di kantor sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Perubahan-perubahan dan pembatasan ini tentu membuat kita frustasi dan memberi rasa cemas dan bisa-bisa menurunkan semangat kita. Apalagi, setiap hari kita dibombardir dengan kabar buruk dan timbunan informasi tentang Covid-19.

Lalu, bagaimana cara untuk tetap positif di tengah situasi seperti ini dan tetap menjaga kewarasan kita? Bagaimana untuk tetap berhubungan dengan yang lainnya sembari melakukan social distancing

Ada beberapa tips dari buku Dale Carnegie yang berjudul How to Stop Worrying and Start Living. Buku ini ditulis dan diterbitkan pertama kali di tahun 1948, selang beberapa tahun setelah Perang Dunia II berakhir. Semoga setelah membaca tips berikut ini, kita diingatkan untuk selalu memiliki pikiran positif di saat sulit seperti ini.

Hitunglah berkat-berkatmu, bukan masalahmu

Kebanyakan berita buruk yang kita baca dan dengar tidak dapat dihindari. Tapi jika kita hanya focus pada hal-hal buruk yang terjadi saat ini, perlahan kita akan tenggelam dalam rasa frustasi dan berujung depresi. Di lain pihak, kita dapat mengubah cara pandang kita dan mencoba focus pada berkat-berkat yang kita terima, bukan pada masalah-masalah yang terjadi. Sebagai contoh, salah satu teman saya yang tergabung di komunitas yang sama, pernah memberikan saran kepada saya untuk memiliki jurnal harian dan menuliskan daftar hal yang pantas disyukuri atau gratitude list setiap hari. Tuliskan minimal tiga hal yang kita sangat bersyukur hari itu walaupun terkesan sangat kecil dan tidak penting, seperti dapat menikmati tidur malam yang nyenyak, atau akhirnya kembali dapat menikmati pemandangan kala matahari terbenam. Saya sudah mencoba melakukannya selama 2 bulan terakhir dan jurnal ini benar-benar membantu saya untuk fokus pada hal-hal baik yang terjadi pada saya dan membantu saya untuk tetap positif di tengah ketidakpastian.

Tetaplah Sibuk

Selama masa pandemic, hal baik yang dapat kita lakukan adalah tetap tinggal di rumah. Atau bekerja dari rumah. Tapi, jika kita hanya duduk dan tidak melakukan apapun, pikiran kita dapat melantur kemana-mana dan mungkin kita akan mulai mengomel dan komplain mengenai situasi yang terjadi sekarang, dan di penghujung hari, kita bisa menjadi lebih lelah dan stress.

Dengan melakukan sesuatu dan tetap beraktivitas, kita memfokuskan energi kita untuk melakukan tugas dan mencegah kita untuk memikirkan hal-hal negatif.

Kita dapat melakukan pembersihan besar-besaran di rumah, mengubah tata ruang kamar-kamar yang ada dan bahkan merapikan tumpukan pakaian dan buku-buku yang selama ini kita abaikan. Seorang kolega saya secara rutin berjemur dan berolahraga ringan di pagi hari. Sedangkan kolega saya yang lain menghabiskan waktunya dengan menelpon para klien untuk tetap menjaga hubungan dengan mereka dan terbukti dia dapat menelpon lebih banyak klien daripada yang biasa dia lakukan jika di kantor.

Dua hari yang lalu, saya baca berita di Twitter, seorang pria Perancis bernama Elisha Nochomovitz melakukan hal ekstrim dengan lari marathon di balkon yang hanya 7 meter saat terjadi lockdown (kuncitara) di Perancis. Hal yang menakjubkan dari apa yang dapat dilakukan seseorang untuk tetap sibuk.

Salah satu influencer  di Instagram yang saya ikuti melakukan hal yang simple tapi sangat menarik. Agar anak-anaknya yang masih kecil tetap sibuk, dia membuat kerajinan tangan dengan hanya menggunakan kertas gambar, cat berbagai warna dan sedotan. Melalui prakarya itu, dia mengajarkan anak-anaknya mengenai bakteri dan pentingnya menjaga tangan mereka untuk selalu bersih. Tanpa diduga, banyak orang tua di Amerika dan negara-negara lain termasuk di Indonesia mengikuti jejaknya. Hari berikutnya, dia menayangkan kegiatan lain yang dapat dilakukan dengan menggunakan kertas origami dan membuat permainan yang dia namakan caterpillar race. Sekali lagi, banyak orang tua yang mencoba untuk melakukannya dengan anak-anak mereka dan mereka sangat menikmati kegiatan tersebut.

Ciptakan kebahagiaan untuk orang lain

Selama social distancing bukan berarti kita tidak dapat menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Melakukan hal-halyang baik dapat menghangatkan hati kita dan memenuhi pikiran kita dengan hal positif.

Seorang teman saya yang tinggal di Kalimantan suatu kali bercerita di grup WhatsApp bahwa dia masih sempat untuk membeli banyak masker yang saat ini menjadi barang langka di Jakarta. Dia bertanya apakah ada di antara kami yang masih membutuhkan masker tersebut. Ketika banyak di antara kami menjawab ‘ya’, tanpa sungkan dia langsung mengirimkan masker-masker tersebut ke alamat kami masing-masing. Dan ini dilakukan tanpa memungut biaya sepeserpun dari kami. 

Seminggu yang lalu, di Instagram dan Twiiter, saya baca banyak berita tentang orang-orang yang memesan makanan melalui aplikasi Go-Food atau Grab-Food dan setelah memesan, mereka malah meminta si pengemudi online untuk menikmati makanan yang telah dipesan. Ini dikarenakan selama pandemic berlangsung, order yang diterima oleh pengemudi online turun tajam. Dengan meminta para pengemudi ini menikmati orderan makanan mereka, setidaknya membawa kebahagiaan kecil bagi para pengemudi online walaupun hanya sementara.

Kita juga dapat menciptakan kebahagiaan bagi orang lain dengan tindakan yang sederhana. Menelpon anggota keluarga dan teman, mengobrol dengan mereka, berbagi hal-hal baik yang terjadi di grup, dan tetap di rumah sambil terus mendoakan para petugas medis yang terus bekerja dan mungkin berdonasi sesuai kemampuan kita  untuk membantu petugas medis adalah contoh-contoh kecil yang dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.

Seperti yang saya sebutkan di atas, apa yang terjadi saat ini memang tidak terelakkan lagi, tapi kita tetap bisa memilih untuk tetap positif setiap hari.

Jadi, untuk hari ini, apa yang Anda akan lakukan untuk menjaga agar Anda tetap positif?


Penulis : Maria Shanti Devi Anggraini – Senior Trainer Dale Carnegie Indonesia

Jakarta & Head Office

Jl. Paus No. 84 A
Jakarta Timur 13220
Phone: 021-489 2737
Fax: 021-489 6926


Send this to a friend
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
Hadir di Leadership series kota:
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
More in Artikel
How to Keep Positive

I have many plans for February and March. I have a prior engagement with clients and a promise to go...

Close