Cara Memotivasi Generasi Z dan Mengatasi Tantangan dalam Bekerja dari Mana Saja

August 16, 2022 3:03 pm | Oleh Dale Carnegie Editor
Dale Carnegie > Referensi > Artikel > Artikel > Cara Memotivasi Generasi Z dan Mengatasi Tantangan dalam Bekerja dari Mana Saja

Oleh Ercell Charles  

Pada tahun 2020, dunia kerja berpindah ke dunia maya. Meskipun ini awalnya demi mengatasi tantangan pandemi, tampaknya Bekerja Dari Mana Saja (Remote Work) akan dipertahankan di banyak perusahaan dan karyawan. Lebih dari sepertiga (35%) pekerja yang disurvei berusia antara 25 dan 34 tahun berharap untuk melanjutkan bekerja di luar kantor (atau dari rumah) secara penuh waktu bahkan setelah pandemi berlalu.

Ini berarti bahwa karyawan baru, mereka yang bergabung dengan perusahaan pertama mereka dan memulai karir mereka, akan terjun ke lingkungan yang sama sekali baru, jauh berbeda dari kondisi kerja di masa lalu. Dengan kerja jarak jauh, muncul tantangan baru, terutama bagi para pekerja termuda yang berasal dari Generasi Z ini.

Siapa Generasi Z itu?

Generasi Z lahir antara tahun 1996 dan 2012, yang berarti banyak dari mereka sekarang berada di usia kerja dan memulai pekerjaan pertama mereka. Para profesional muda ini akan menjadi 27% dari angkatan kerja pada tahun 2025, tetapi saat ini, bagian mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah turun dari 12,5% pada tahun 2006 menjadi hanya 10% pada tahun 2020. Generasi Z menghadapi perjuangan baru yang tidak pernah dialami oleh generasi sebelumnya.

Tantangan Kerja Jarak Jauh untuk Generasi Z di Tempat Kerja

Meskipun ada sejumlah tantangan yang kita semua hadapi sebagai akibat dari bekerja dari rumah dan hibrida (Sebagian bekerja di rumah, Sebagian di kantor), mari berkonsentrasi pada keadaan unik Generasi Z. Mengamati Generasi Z di tempat kerja, kami melihat bahwa 40% mahasiswa dan lulusan baru lebih suka bekerja secara langsung. Ketika para profesional muda memasuki situasi kerja yang sepenuhnya di luar kantor atau bahkan hibrida, mereka menyadari bahwa mereka akan kehilangan banyak keuntungan dari bekerja secara tatap muka dan mendapat banyak tantangan untuk bekerja dari rumah.

Generasi Z menghadapi tantangan yang lebih besar saat bekerja di rumah dibandingkan generasi lainnya. Dalam sebuah penelitian, responden Generasi Z lebih mungkin (dengan selisih delapan persen) dibandingkan generasi lainnya untuk mengatakan bahwa mereka berjuang dengan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan dan bahwa mereka merasa lelah setelah menjalani hari-hari biasa. Bidang perhatian dengan profesional muda termasuk keterlibatan (engagement), produktivitas/manajemen waktu, dan akibat yang timbul pada kesehatan mental.

Keterlibatan (Engagement)

Studi menunjukkan bahwa keterlibatan terendah terlihat di antara pekerja di bawah 40 tahun. Bekerja dari rumah mengurangi keterlibatan karena sifat komunikasi digital. Pekerja merasa terlibat ketika mereka didengar dan dihargai. Tetap diam dalam pertemuan online dan tidak pernah dimintai pendapat akan membuat mereka tidak terlibat.

Karyawan yang tidak terlibat kurang kreatif dan akan melakukan lebih sedikit usaha dan komitmen untuk pekerjaan mereka. Pada akhirnya, para pekerja muda ini akan terhambat untuk maju dalam karir karena tidak memiliki relasi yang kuat dengan manajemen yang dapat membantu mereka berkembang dan maju dalam karir.

Produktivitas

Pekerja Generasi Z baru mulai belajar bagaimana mengatur hari kerja mereka, dan 54% dari mereka mengklaim tantangan terbesar bekerja dari luar kantor adalah mereka merasa kurang produktif di rumah. Dari gangguan rumah seperti mencuci baju dan piring hingga masalah keterampilan mengelola waktu lainnya, para profesional Generasi Z belum belajar bagaimana memaksimalkan kebiasaan kerja mereka dan memprioritaskan waktu mereka.

Kesehatan Mental

Dalam hal kesehatan mental, kita harus mengakui bahwa ada diskoneksi antara pengalaman para pengambilan keputusan dan pekerja yang lebih muda, yang banyak di antaranya termasuk dalam kategori Generasi Z. Dalam survei terhadap tiga puluh satu ribu pekerja, 61% pemimpin bisnis melaporkan diri mereka “berkembang” sementara 60% pekerja Generasi Z adalah kebalikannya, mengidentifikasi diri sebagai “hanya bertahan” atau “berjuang habis-habisan”.

Pekerja lajang menunjukkan stabilitas paling rendah, dengan 67% berjuang/bertahan. Ini adalah fakta yang mengkhawatirkan karena kaum muda lebih cenderung lajang dan hidup sendiri, belum lagi sejumlah besar orang bertemu pasangan mereka melalui pekerjaan. Semua ini mengarah pada beban mental yang sangat berat pada karyawan muda.

 Mengatasi Tantangan Kerja Jarak Jauh untuk Generasi Z

Meningkatkan Keterlibatan

Ketika berbicara tentang cara memotivasi Generasi Z di tempat kerja, perusahaan perlu menawarkan imbalan di luar imbalan finansial semata. Meningkatkan keterlibatan dengan cara Dale Carnegie berarti membuat karyawan merasa dihargai, percaya diri, dan diberdayakan.

Perusahaan perlu membantu Generasi Z di dalam dan di luar tempat kerja dengan menawarkan akses kepada pemimpin dan memberikan peluang untuk maju. Pemimpin yang kuat lebih baik dalam berhubungan dengan dan mengarahkan karyawan baru. Berinvestasi dalam pelatihan berkualitas untuk manajer serta pelatihan untuk pekerja.

Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan

Mayoritas pekerja Generasi Z berjuang dengan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Saat bekerja, mereka berjuang untuk mengatur waktu secara efisien sambil menghadapi tekanan bekerja dari rumah. Bantu pekerja muda menjaga keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi melalui program pengembangan profesional yang dirancang untuk mengajarkan manajemen waktu.

Dan karena rumah dan kantor telah menjadi sinonim, hanya ada sedikit batasan yang jelas di antara keduanya. Email dan pesan masuk setiap saat sepanjang hari dan pekerja merasa tertekan untuk merespons di luar jam kerja karena meja mereka hanya beberapa meter jauhnya. Pemimpin dan manajer dapat mendukung keseimbangan kerja/kehidupan dengan menjaga ekspektasi kerja terbatas pada jam kerja.

Mendestigmatisasi Kesehatan Mental

Bahkan sebelum pandemi, jika Anda bertanya kepada pekerja muda apa yang paling mereka inginkan dari pemberi kerja, mereka akan menjawab bahwa mereka ingin organisasi memperhatikan kesejahteraan karyawan. Dukungan kesehatan mental khususnya sangat penting untuk mendukung pekerja termuda saat ini.

Baik itu lokakarya yang dirancang untuk mengatasi pengaruh negatif di tempat kerja atau kebijakan SDM baru untuk mendukung kesehatan mental di tempat kerja, mempromosikan kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan di kantor dapat membantu memerangi kelelahan mental dan kejenuhan.

Membantu Generasi Z Maju

Sepertiga karyawan penuh waktu AS yang disurvei oleh Gallup mengatakan bahwa pekerjaan jarak jauh (atau dimana saja) dalam jangka panjang akan berdampak negatif pada perusahaan mereka. Dampak negatif ini tampaknya paling memukul Generasi Z. Baik itu pekerjaan jarak jauh, pekerjaan hibrida, atau pekerjaan di kantor, manajer dan pemimpin dapat membantu Generasi Z beradaptasi dengan posisi dan tugas baru mereka.


Ditulis oleh
Ercell Charles
Ercell Charles adalah VP Transformasi Pelanggan di Dale Carnegie. Ercell bertanggung jawab untuk memberikan solusi berkualitas kepada perusahaan dan organisasi dengan memimpin, mengarahkan, dan memfasilitasi terobosan profesional dan pribadi. Dia adalah pembangun hubungan yang kuat, yang mampu mendobrak hambatan dan membangun jembatan dengan pesan dan wawasan yang melampaui perbedaan budaya dan organisasi yang mengarah pada hasil terobosan.

Jakarta & Head Office

Jl. Paus No. 84 A
Jakarta Timur 13220
Phone: 021-489 2737
Fax: 021-489 6926


Send this to a friend
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
Hadir di Leadership series kota:
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Silahkan mengisi form untuk mengunduh
NAMA
PERUSAHAAN
KOTA
TELEPON
E-MAIL
Informasi anda tidak akan diberikan kepada pihak lain.
Read previous post:
Take Command: A Synchronized C-Suite

Creativity is the freedom to think openly and freely. All innovations started from a creative thought. Creativity in organizations can...

Close